Senin, 31 Agustus 2009

PENGGUNAAN ASOSIASI BEBAS UNTUK MEMAHAMI KEPRIBADIAN

Untuk memahami kepribadian dan kompleksitasnya banyak metoda yang bisa digunakan, salah satunya adalah Asosiasi Bebas yang masih berada dalam rumpun pendekatan Psikoanalisa. Penggunaan pendekatan ini berdasarkan paham yang disebut dengan Associationism.

Associationism adalah suatu teori psikologi yang menganggap asosiasi sebagai dasar dari kehidupan mental dimana proses pemikiran yang lebih tinggi dapat dijelaskan. Sering disebut juga sebagai mazhab Inggris yang dikembangkan oleh Hertley, the Mills, Bain. Biasanya ini dikaitkan dengan sensationalism, yaitu suatu tehnik psikologis untuk mengurangi semua isi dan proses mental dari elemen-elemen sebuah kesatuan sensasi. Jika asosiasi adalah lebih pada penggabungan maka sensasi adalah pemilahan dan pengurangan.

Bentuk penerapan Associationism sering disebut dengan Associative, terutama berkaitan dengan proses belajar dan mengingat. Hal ini digunakan untuk membantu proses berpikir. Kadang-kadang ditambahkan dengan yang disebut dengan ilusi, dimana penambahan suatu subyek tertentu pada materi yang ingin dipelajari memberikan suatu konteks konsepsi yang baru dan menghasilkan suatu ilusi. Dapat juga berupa suatu usaha untuk membantu atau menghambat dampak yang ditimbulkan oleh asosiasi yang satu dengan pembentukan suatu asosiasi yang lain.

Asosiasi Bebas (Free Association) adalah suatu bentuk asosiasi, terutama ditujukan untuk memahami kepribadian seseorang dan bagaimana kaitannya dengan subyek atau situasi tertentu. Caranya dengan meminta individu untuk memberikan perkataan pertama yang muncul dalam pikirannya pada saat diberikan suatu stimulus tertentu. Ada dua jenis bentuk asosiasi bebas. Yang pertama adalah asosiasi bebas yang digunakan untuk mendiagnosa, jenis asosiasi ini digunakan oleh Jung. Kedua adalah asosiasi bebas berupa percobaan train of thought, dimana subyek diberikan suatu stimulus kata dan kemudian terus menerus merespon dengan berbagai ide yang terkait dengan stimulus tersebut yang timbul dalam pikirannya.

Asosiasi bebas ini selain digunakan sebagai bagian dari terapi kepribadiaan juga dapat digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pembuktian hukum. Melalui asosiasi bebas dapat diketahui bagaimana relasi antara subyek dengan situasi tertentu. Hasil relasi tersebut dicatat, dianalisa dan ditelaah berbagai kemungkinannya sehingga tergambarkan bagaimana profil kepribadian dan perilaku seseorang terhadap suatu permasalahan tertentu.

1 komentar:

Zulfianah Sunusi mengatakan...

interogasinya pak polisi pake teknik asosiasi bebas jg y?