Senin, 03 November 2008

KNOWING-DOING GAP

Pada hari Senin 3 November 2008 penulis diminta memberikan presentasi tentang kompetensi di Universitas Widyatama Bandung. Kegiatan disetting dalam format Focus Group Discussion (FGD). Dalam diskusi berkembang hal menarik tentang adanya kesenjangan antara apa yang diketahui atau wawasan seseorang dengan yang dilakukannya atau lazim disebut dengan Knowing-Doing Gap. Hal ini lazim terjadi di Perguruan Tinggi. Bahkan di School of Business di Amerika pun terjadi gap ini, apa yang mereka ajarkan justru tidak pernah dipraktekkan di sekolah bisnis itu sendiri.

Ini suatu ironi antara lembaga pendidikan dengan kehidupan nyata. Perguruan Tinggi menjadi menara gading yang terlepas dari lingkungan masyarakatnya. Padahal Perguruan Tinggi diperlukan untuk menghasilkan SDM yang mampu berperan di dalam masyarakatnya. Permasalahannya jelas bahwa interaksi dunia pendidikan dengan dunia kerja sangat minim dan seolah-olah berada pada dua kutub yang berbeda. Dulu pernah diperkenalkan konsep link & match oleh Menteri Pendidikan saat itu yaitu Dr. Wardiman, tetapi kemudian konsep itu kurang diimplementasikan secara konsisten. Hal ini merupakan tugas besar bagi lembaga pendidikan kita untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja yang berkualitas dan siap dikembangkan di dunia kerja. Untuk itu diperlukan penataan ulang kurikulum di Perguruan Tinggi agar selaras dengan kebutuhan pengembangan masyarakat. Jika tidak maka akan terjadi kesenjangan yang semakin melebar antara kemampuan SDM yang dihasilkan oleh Perguruan Tinggi dengan kebutuhan masyarakat.

Minggu, 02 November 2008

FILM LASKAR PELANGI


Sudahkah anda menonton Film Laskar Pelangi ? Film luar biasa yang mampu menggugah semangat juang untuk belajar dan menempatkan pendidikan sebagai suatu bidang yang sangat mulia. Film ini sungguh memotivasi. Pada saat aku menonton film ini bersama 17 orang anggota keluarga-ku di salah satu bioskop di Paris Van Java Bandung aku sempat mengontak sang inspiratornya yang kebetulan sahabatku yaitu Andrea Hirata pengarang buku best seller Laskar Pelangi, ia dalam cerita tersebut dipanggil "Ikal." Aku mengatakan padanya bahwa aku sedang menonton film tersebut dengan membawa 17 orang anggota keluarga, ia tertawa senang. Ia pun merespon bahwa ia dijadwalkan akan menonton Laskar Pelangi bersama Presiden dan beberapa Menteri. Luar biasa sebuah Film mampu mendorong Presiden untuk nonton bersama Menterinya. Andrea Hirata si "Ikal" meminta diriku untuk menghubungi kantor tempat ku bekerja agar dapat menjadi sponsor untuk memberikan tiket gratis bagi sejumlah panti asuhan untuk menonton Film Laskar Pelangi. Memang perhatian Ikal untuk orang-orang "kecil" cukup besar.

Yang jelas Film Laskar pelangi memberi pesan yang cukup kuat untuk kita bahwa :
1. Pendidikan adalah bidang yang cukup penting untuk membangun budi-pekerti (yang sekarang sudah banyak dilupakan orang).
2. Guru adalah profesi yang sangat mulia yang tidak bisa diukur dari kelimpahan materi, namun kita semua wajib memikirkan kesejahteraan guru.
3. Fasilitas sekolah hanyalah penunjang tetapi yang terpenting adalah peran Guru yang mampu menumbuhkan spirit untuk mencapai prestasi.
4. Keterbatasan tidak boleh menghalangi terselenggaranya pendidikan.
5. Bersikaplah untuk banyak memberi bukan banyak menerima (seperti yang disampaikan kepala sekolah Pak Harfan.

CUT NYAK DHIEN 100 TAHUN


Pada hari Sabtu pagi 1 November 2008 aku dikontak oleh salah satu tokoh masyarakat Aceh di Bandung. Di ajak ke Sumedang tepatnya ke Gunung Puyuh tempat bersemayamnya Srikandi Agung CUT NYAK DHIEN. Pada hari itu akan dilakukan peliputan oleh salah satu stasiun TV tentang kehidupan Cut Nyak Dhien bertepatan dengan 100 tahun wafatnya Cut Nyak Dhien. Beliau wafat di Sumedang pada tanggal 6 November 2008. Cut Nyak Dhien adalah srikandi tangguh, yang mampu menunjukkan bagaimana wanita dapat berperan sejajar dengan pria tanpa perlu menggembar-gemborkan konsep emansipasi yang terkadang salah kaprah tersebut. Ia juga tidak perlu berteriak tentang isu kesamaan jender, tetapi ia menunjukkan sikap yang sempurna untuk memperlihatkan bagaimana wanita pun memiliki kesamaan kemampuan dengan pria dalam berjuang bahu membahu melawan suatu kezaliman kolonialisme Belanda.

Berikut tentang profil Cut Nyak Dhien yang penulis peroleh dari sumber Wikipedia :

Cut Nyak Dhien (Lampadang, 18486 November 1908, Sumedang, Jawa Barat; dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh. Setelah wilayah VI Mukim diserang, ia mengungsi, sementara suaminya Ibrahim Lamnga bertempur melawan Belanda. Ibrahim Lamnga tewas di Gle Tarum pada tanggal 29 Juni 1878 yang menyebabkan Cut Nyak Dhien sangat marah dan bersumpah hendak menghancurkan Belanda.
Teuku Umar, salah satu tokoh yang melawan Belanda, melamar Cut Nyak Dhien. Pada awalnya Cut Nyak Dhien menolak, tetapi karena Teuku Umar memperbolehkannya ikut serta dalam medan perang, Cut Nyak Dhien setuju untuk menikah dengannya pada tahun 1880 yang menyebabkan meningkatnya moral pasukan perlawanan aceh. Nantinya mereka memiliki anak yang bernama Cut Gambang.[1] Setelah pernikahannya dengan Teuku Umar, ia bersama Teuku Umar bertempur bersama melawan Belanda, namun, Teuku Umar gugur saat menyerang Meulaboh pada tanggal 11 Februari 1899, sehingga ia berjuang sendirian di pedalaman Meulaboh bersama pasukan kecilnya. Cut Nyak Dien saat itu sudah tua dan memiliki penyakut encok dan rabun, sehingga satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba.[2][3] Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh, disana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh, namun, ia menambah semangat perlawanan rakyat Aceh serta masih berhubungan dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap, sehingga ia dipindah ke Sumedang, dan ia meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang.

Sabtu, 01 November 2008

OBAMA & MC CAIN


Rakyat Amerika Serikat pada tanggal 4 November 2008 akan melakukan pemilihan presiden dengan calon Barrack Obama dan John Mc Cain. Sesuai kebiasaan di AS pemilu presiden AS selalu dilakukan pada hari Selasa setelah Senin pertama pada bulan November. Alasannya dimasa lampau para petani di AS memiliki waktu senggang yang lebih banyak pada bulan November. Ketentuan ini ditetapkan pertama kali pada tahun 1845.

Siapa pilihan anda? Mc Cain? Atau Obama-kah? Mc Cain sang veteran perang Vietnam adalah seorang mantan penerbang tempur yang pernah merasakan “neraka” Hanoi Hilton yang merupakan kamp yang dibuat oleh Vietcong untuk menawan serdadu AS. Ini merupakan sebuah kamp penyiksaan dan Mc Cain mampu melewati masa gelap di kamp yang sering disebut Hanoi Hilton tersebut dengan selamat. Mc Cain juga sealiran dengan Bush yang mengidolakan patriotisme Amerika. Dapat dipastikan dengan terpilihanya Mc Cain program perang Bush di Irak, Afghanistan akan terus berlanjut, bahkan bisa-bisa akan bertambah lagi negara sasaran perang Amerika.

Bagaimana dengan Obama? Ia adalah tokoh flamboyan yang dibesarkan dengan suasana multikultural. Berasal dari seorang ayah kulit hitam asal Kenya dan ibu kulit putih. Memiliki ayah tiri dari Indonesia, pernah tinggal dan bersekolan SD di Jakarta. Ia memiliki saudara tiri dari Indonesia. Obama seorang penganut Leftist, yaitu orang yang memiliki aliran politik ekstrim kiri. Obama memiliki motto “spread the wealth around.” Pertemuannya dengan seorang tukang leding bernama Joe Wurzelbacher menegaskan hal tersebut. Si Joe yang memiliki julukan “Joe the Plumber” merasa kaget karena kalau pendapatannya meningkat maka pajaknya pun akan jauh meningkat secara progresif . Obama menjelaskan bahwa paket pajak yang akan diterapkannya bukan untuk menghukum kesuksesan si tukang leding, tetapi akan digunakan untuk men-sejahterakan orang lain juga. Obama memiliki kepedulian terhadap orang kecil dan ia mengajak orang kaya lainnya untuk juga turut memikirkan peningkatan kesejahteraan bagi orang kecil.

Jadi siapakah pilihan anda? Seorang sosial-demokrat seperti Obama? Atau sang patriot Mc Cain. Tampaknya deskripsi pilihan ini akan mewarnai pemilihan presiden Indonesia tahun 2009, yaitu pertarungan antara calon presiden yang berideologi sosial-demokrat dan patriot-nasionalisme. Siapakah pemenangnya? Waktulah yang akan menjawabnya.

Minggu, 26 Oktober 2008

WALI NAGGROE BERTEMU WAPRES

Pada tanggal 24 Oktober 2008 Tgk. Hasan Di Tiro yang lazim dipanggil Wali Nanggroe bertemu dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla (YK) dikediaman Wapres. Pertemuan tersebut dinyatakan sebagai ajang silaturahmi. Sesuai dengan informasi sebelumnya Wali direncanakan pula bertemu dengan Presiden SBY, namun krn Presiden ada agenda ke Beijing untuk menghadiri pertemuan ASEM maka pertemuan dengan Wali tersebut belum dapat terlaksana. Sebagaimana diketahui YK adalah tokoh sentral dibalik perjanjian Perdamaian RI-GAM di Helsinki. Demikian pula Wali adalah penentu terakhir dikalangan GAM dalam memutuskan penandatanganan Nota Damai tersebut.
Perdamaian tersebut adalah sesuatu yang sangat perlu disyukuri mengingat konflik telah berlangsung lama dan menimbulkan korban berbagai pihak. Saat sekarang yang terpenting adalah mengimplementasikan hal-hal yang telah diamanatkan dalam MoU Perdamaian tersebut.
Pertemuan antara Wapres dan Wali semakin menunjukkan semangat perdamaian telah merengkuh batas-batas psikologis dan secara personal hubungan antar pemimpin akan mampu memberi contoh bagi berbagai kalangan yang ada di bawahnya untuk mencontoh pemimpin mereka agar dapat membangun tali silaturahmi yang kokoh.
Perdamaian akan semakin kukuh terpatri apabila tokoh sentral menunjukkan sikap damai dan mau menjalin silaturahmi, kalau silaturahmi ini mampu dijalin dalam berbagai level pimpinan kita semakin optimis perdamaian akan semakin bersemi.

Kamis, 23 Oktober 2008

NEPOTISME DALAM REKRUTMEN CALEG

Anda mudah-mudahan telah mengikuti perkembangan pencalonan anggota legislatif saat ini. Isu utama yang mencuat adalah syarat dengan nepotisme alias mengutamakan para keluarga dan kerabat. Pertanyaan utama yang mengemuka disini adalah mengapa itu sampai terjadi?
Menurut saya setidaknya hal ini menyangkut tiga hal yaitu trust, relasi dan kompetensi. Penunjukkan keluarga dekat atau kerabat setidaknya memenuhi dua alasan utama trust dan relasi. Nah, bagaimana dengan kompetensi, inilah letak titik perdebatannya.
Kita ketahui bersama sebagian dari caleg tersebut adalah muka baru yang sangat minim pengalaman politiknya. Tidak mengikuti jalur karir partai sejak dari bawah. Kurang atau bahkan tidak berpengalaman sama sekali dalam kancah kehidupan perpolitikan. Tapi hal ini teratasi dengan kuatnya relasi kekerabatan. Bahkan orang sekaliber Amin Rais pun membela putranya sebagai Caleg.
Memang merupakan hak seluruh warga negara untuk menjadi Caleg, termasuk hak anak para politisi atau berbagai tokoh saat ini untuk menjadi Caleg, namun kita lebih melihat kepantasan dan kewajaran mengingat jam terbang mereka di parpol maupun dalam berbagai aktivitas masyarakat sangat minim atau bahkan tidak ada sama sekali.
Hak memang bisa saja digunakan, namun kearifan dalam menggunakan hak tersebut merupakan hal lain yang perlu dipertimbangkan secara sungguh-sungguh. Moga-moga para politisi dan berbagai tokoh nasional kita bisa melihat hal ini secara arif dan secara bijak mempertimbangkan kembali untuk mencantumkan nama kerabatnya yang belum berpengalaman dan tidak memiliki kompetensi masuk ke dalam daftar Caleg.
Para politisi dan tokoh nasional anda sedang dalam ujian apakah mampu menjadi teladan bagi masyarakat dan bangsa ini ? Berpihaklah pada nurani rakyat.

CAREERING OXYMORONS

  1. Safe is risky
  2. Problems are opportunity
  3. Long-term solutions are temporary
  4. Say no to "yes men"
  5. Good relationships are worth fighting for
  6. Building up growth requires breaking down barriers
  7. Perfection is messy
  8. Grow smaller
  9. Jargon says nothing
  10. Difficulty is possibility

(Sally Hogshead)

Kamis, 11 September 2008

CORRUPTION


Corruption does not happen merely, because we had BAD PEOPLE, but also because we have a BAD SYSTEM.

(Corruption Eradication Commission)

Rabu, 10 September 2008

WANTED : A TRUE LEADER


Suatu obsesi melihat carut marut bangsa ini ….. Merindukan Pemimpin.......Pemimpin Sejati. Menjelang Pemilihan Presiden 2009 kita merindukan pemimpin yang visioner, melayani, mementingkan kepentingan bangsanya dibandingkan dengan kelompok, keluarga atau dirinya sendiri. Kita dicemooh dengan berbagai peristiwa akhir-akhir ini terjadi seperti Blue Energi, Super Toy, Bella Vista Timor, Jaksa Urip, Agus Tjondro, masalah tender Tangguh, KPU dikepung, kerusuhan Pilkada, ….. ahh entahlah masih banyak lagi.

Lihat dan tanyalah pada arwah Pemimpin besar dunia apa yang terjadi dengan bangsa kita. Tanyalah pada arwah Bung Karno …. tanyalah pada arwah Imam Besar Ayatullah Khomeini, tanyalah pada arwah John F. Kennedy, Churchil ……… sampai dengan Mussolini, Lenin, Hitler sekalipun ….. belum cukup? Tanya juga pada arwah Jenghis Khan, Julius Caesar atau Namrudz, Firaun si Ramses II pemburu Nabi Musa …. Apa kira-kira jawaban mereka?

Imam Khomeini mungkin menjawab : “karena engkau Bangsa Indonesia menjadi pengikut si setan besar Amerika, nah rasakanlah azab yang menimpa bangsamu.”

John F. Kennedy mungkin menjawab : “karena engkau hanya mau meminta dari tanah air dan tidak pernah peduli apa yang bisa kau lakukan terhadap tanah air.”

Hitler menjawab : “ karena engkau biarkan si Yahudi melalui tangan IMF, World Bank mengaduk-aduk sistem ekonomi negerimu jadilah engkau si penghamba Yahudi dan rasakanlah akibatnya …. Penderitaan.”

Firaun mungkin menjawab : “karena engkau telah mengikuti jejak diriku menuhankan dirimu sendiri … nah rasakanlah azabmu sekarang …. Semoga engkau bersamaku di neraka kelak.”

Jenghis Khan akan menjawab :”karena engkau mengabaikan persatuan, aku dulu bersusah payah menyatukan berbagai suku bangsa Mongol … kemudian kami bersatu dan kami kuat bahkan kami menyerang ke Rusia hingga ke pertengahan Eropa ……… nah sekarang apa yang terjadi pada dirimu …… rasakanlah kesusahan akibat pertengkaran & perselisihan diantara dirimu sendiri.”

Apa yang Bung Karno katakan? :”karena engkau menjadi antek NEKOLIM, antek Neo Kolonialisme dan Imperialisme, engkau seharusnya tidak menjadi paria diantara bangsa-bangsa dunia, kau rasakan sekarang akibatnya, kau diperbudak, kau dihambakan, engkau dilecehkan, harga dirimu diletakkan dibawah sendal butut yang paling jelek … itupun kalau bangsamu mampu membeli sendal butut, kalo engkau tidak mampu bersendal … engkau diletakkan dibawah kaki hitam legam penuh koreng berbisul dan bernanah, begitu rendahnya engkau, itulah posisimu sebagai antek NEKOLIM. Ingatkah engkau tentang kredo JAS MERAH? Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah …… sejarah engkau yang diperbudak oleh kaum kolonial akan terus berulang selama engkau tidak kembali kejati dirimu …..”

Kita merindukan pemimpin yang mampu membangkitkan keterpurukan bangsa ini dengan memperhatikan apa yang disampaikan pemimpin besar tadi, tidak peduli apakah perkataan itu muncul dari Imam Khomeini, Kennedy atau Hitler sekalipun …. Selama kata-kata itu mampu menggugah kesadaran kita dan paling penting mampu menggugah pemimpin kita. Deng Xiao Ping pada tahun 1970-an pernah mengatakan “aku tidak peduli apakah kucing itu berwarna putih atau hitam, yang penting ia mampu menangkap seekor tikus secara cepat, tepat, efektif dan efisien. Aku tidak peduli dengan sistem perekonomian apapun yang diterapkan di China, tetapi yang penting sistem tersebut mampu mengangkat kesejahteraan, derajat dan martabat Bangsa China.” Kamerad Deng telah membuktikan ucapannya, tiga dekade setelah ucapan Deng, China menjadi raksasa dalam segala bidang. Bagaimana dengan kita ???

OUR LIVES ....

Our lives as we lead them are passed on to others, whether in physical or mental forms, tingeing all future lives together. This should be enough for one who lives for truth and service to his fellow passengers on the way.

Luther Burbank, American holticulturist (1849-1926)