Kamis, 01 Juli 2021

KESEHATAN MENTAL & WELLNESS

Wellness memiliki arti yang cukup luas, pengertian Wellness menurut Universitas East Carolina, adalah:

“Integrasi pikiran, tubuh dan jiwa. Kesehatan yang optimal memungkinkan kita untuk mencapai tujuan kita dan menemukan makna dan tujuan dalam hidup kita. Kesehatan menggabungkan tujuh dimensi kesejahteraan menjadi cara hidup yang berkualitas. Secara keseluruhan, kesehatan adalah kemampuan untuk menjalani hidup sepenuhnya dan memaksimalkan potensi pribadi dalam berbagai cara. Kesehatan melibatkan pembelajaran terus-menerus dan membuat perubahan untuk meningkatkan keadaan kesehatan Anda. Saat kita menyeimbangkan aspek fisik, intelektual, emosional, sosial, pekerjaan, spiritual, dan lingkungan hidup, kita mencapai kesehatan sejati. "

Pengertian Wellness tersebut cukup komprehensif, menjadi penghubung kesemua unsur yang ada dalam pengertian diatas sehingga berupaya memposisikan diri sebagai Hub atau Connecting dari Wellness itu sendiri. Dalam konteks ini maka "CONNECTING WELLNESS" adalah upaya membawa Para Pelanggannya ke Taraf Kesehatan yg Prima dg mengintegrasikan kesehatan Fisik, Jiwa/Mental, Pikiran, Sosial dan Spiritual.

Kesehatan mental menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), adalah "keadaan sejahtera di mana individu menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan hidup yang normal, dapat bekerja secara produktif dan menghasilkan karya dan mampu untuk memberikan kontribusi kepada komunitasnya ".  Menurut WHO, kesehatan mental mencakup "kesejahteraan subjektif, self-efficacy, otonomi, kompetensi, ketergantungan antargenerasi, dan aktualisasi diri dari potensi intelektual dan emosional".  Dari perspektif psikologi positif atau holisme, kesehatan mental dapat mencakup kemampuan individu untuk menikmati hidup dan untuk menciptakan keseimbangan antara aktivitas hidup dan upaya untuk mencapai ketahanan psikologis. Secara ringkas kesehatan mental dapat disebut sebagai suatu kondisi ‘sejahtera’ dimana individu dapat merealisasikan kecakapannya, dapat melakukan coping thd tekanan hidup yg normal, bekerja dengan produktif dan memiliki kontribusi dalam kehidupan di komunitasnya.

Jika kita garis bawahi pengertian diatas, terdapat beberapa kondisi penting terkait dengan Kesehatan Mental, yaitu :

  • 1.       Individu merasa sejahtera
  • 2.       Mampu mengatasi tekanan hidup yang normal
  • 3.       Dapat bekerja produktif, berkarya dan berkontribusi
  • 4.       Percaya terhadap kemampuan dirinya
  • 5.       Memiliki otonomi
  • 6.       Mempunyai kompetensi
  • 7.       Berhubungan sehat antar generasi
  • 8.       Mampu mengaktualisasikan diri
  • 9.       Dapat menikmati hidup
  • 10.   Mampu menjaga keseimbangan hidup

Untuk mempertajam pemahaman kita terhadap kesehatan mental, kita coba merujuk pengertian kesehatan mental dari berbagai sumber. Kesehatan mental adalah upaya untuk membuat orang terhindar  dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala- gejala penyakit jiwa (psychose). Kesehatan mental sebenarnya merupakan upaya untuk menyesuikan diri dengan diri sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan di mana ia hidup. Disisi lain kesehatan mental merupakan pengetahuan dan perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan segala potensi, bakat dan pembawaan yang ada semaksimal mungkin, sehingga membawa kepada kebahagiaan bagi diri sendiri dan orang lain, serta mampu menghindari diri dari gangguan-gangguan dan penyakit jiwa. Tujuan dari Kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan yang sungguh-sungguh antara fungsi-fungsi jiwa, serta mempunyai kesanggupan untuk menghadapi problem-problem kehidupan yang biasa terjadi, dan merasakan secara positif kebahagiaan atas diri dan kemampuannya. Sasaran utama dari Kesehatan mental adalah terhindarnya seseorang dari gejala-gejala gangguan dan penyakit jiwa, dapat menyesuaikan diri, dapat memanfaatkan segala potensi dan bakat yang ada semaksimal mungkin dan membawa kepada kebahagiaan bersama serta tercapainya keharmonisan bagi dirinya dan dalam kehidupan sosialnya.

Berkaitan dengan CONNECTING WELLNESS ditetapkan 5 domain yang harus diselaraskan dan diintegrasikan, yaitu : Pedoman Kerja, proses yang terkait dengan layanan, mengintegrasikan seluruh data yang terkait dengan kesehatan dan kepesertaan, melakukan harmonisasi seluruh yang terkait dengan Kesehatan dan membangun kolaborasi dengan seluruh unit dan stakeholder pelayanan Kesehatan. Lima domain inipun menjadi patokan pada saat kita merancang berbagai program Kesehatan Mental untuk memperkokoh positioning sebagai Connecting Wellness.

Terkait dengan hal tersebut diatas, untuk membangun Kesehatan Mental sebagai pilar penting Connecting Wellness, maka Yakes perlu melakukan hal-hal sebagai berikut :

1.       Program Promotif, dengan merancang berbagai program untuk mendukung peningkatan pemahaman akan kesehatan mental.

2.       Program Preventif Primer, dengan membuat berbagai program untuk mencegah timbulnya gangguan dan sakit mental.

3.       Program Preventif Sekunder, dengan membuat program yang dapat melacak dan menemukan kasus dini dan intervensi penyembuhan secara tepat terhadap gangguan dan sakit mental.

4.       Program Preventif Tersier, membuat program yang terkait dengan rehabilitasi awal yang dapat dilakukan terhadap orang yang mengalami gangguan dan kesehatan mental.

Mohon unit terkait dapat menindaklanjuti keempat butir tersebut diatas sebagai upaya kita untuk membangun Connecting Wellness melalui Pilar Kesehatan Mental. Program-program tersebut diatas agar disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1.       Kesinambungan dengan program yang sudah berlangsung saat ini.

2.       Menyadari bahwa Kesehatan Mental bagian yang penting untuk membangun Connecting Wellnes sehingga tidak terlepas dari pilar lainnya seperti Fisik, Pikiran, Sosial dan Spiritual.

Disusun dalam kerangka target program jangka pendek, menengah dan Panjang. 

Tidak ada komentar: