Sabtu, 03 Juli 2021

PRIBADI SUKSES

Pribadi sukses sebuah kata yang sangat multi tafsir. Sukses sendiri bisa berarti banyak. Seorang sukses bisa berarti orang yang sangat berhasil dalam karirnya, memiliki materi yang berlimpah, status yang tinggi, pengaruh yang besar, sehat tanpa suatu penyakit dan beragam pengertian maupun makna lain. Sukses juga bisa diartikan sebagai suatu pencapaian yang luar biasa dan seorang pribadi yang mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain dan lingkungannya.

Banyak kiat yang disampaikan bagaimana kita bisa menjadi sukses. Mulai dari adanya tujuan yang jelas dari arah hidup kita seperti memiliki visi dan misi, disiplin , memiliki kompetensi dan sebagainya kiat-kiat ini dipedomani dan menjadi acuan agar bisa meraih kesuksesan. Sukses seolah-olah menjadi magnet yang bisa menggerakan dan memotivasi sesorang untuk melakukan hal apapun agar kesuksesan itu bisa dicapai.

Beragam teori pun dikeluarkan, mulai dari teori kebutuhan dari Maslow, teori Psikologi Sosial Mc. Clelland sampai dengan teori-teori tentang motivasi untuk menjelaskan tentang sukses dan bagaimana kita bisa mencapainya.

Seorang tokoh Bessie Anderson Stanley mengulas tentang sukses dalam sebuah kalimat yang puitis sebagai berikut :

He has achieved success who has lived well, laughed often, and loved much;
Who has enjoyed the trust of pure women, the respect of intelligent men and the love of little children;
Who has filled his niche and accomplished his task;
Who has never lacked appreciation of Earth's beauty or failed to express it;
Who has left the world better than he found it,
Whether an improved poppy, a perfect poem, or a rescued soul;
Who has always looked for the best in others and given them the best he had;
Whose life was an inspiration;
Whose memory a benediction.”


Yang menarik adalah kalimat terakhirnya yaitu : “yang selalu mencari yang terbaik dalam diri orang lain dan memberi mereka yang terbaik yang dia miliki, yang hidupnya menjadi inspirasi, yang ingatannya merupakan berkah.” Jika kita ringkaskan kalimat ini maka dapatlah disebutkan pribadi yang sukses itu adalah pribadi yang memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain.

Jika definisi dan makna itu yang digunakan kita bisa membuat daftar mereka yang sukses. Mulai dari Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, Bung Karno, Steve Jobs, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Elon Musk dan sebagainya.

Jika kita sepakat bahwa tokoh-tokoh tersebut sebagai pribadi yang sukses, setidaknya kita menemukan 3 benang merah yang membuat mereka menjadi seorang yang sukses, yaitu :

1.       Kemampuan mengelola potensi diri

2.       Kemampuan mengelola waktu

3.       Kemampuan mengelola jaringan

Jelas semua orang memiliki potensi diri, namun tidak semua orang terampil dalam mengelola potensi diri yang dia miliki. Ada yang memiliki bakat seni yang baik, namun tidak mampu mengelolanya dengan baik, maka ia tidak akan menjadi tokoh sekaliber Pablo Picasso, Leonardo da Vinci, dll. Ada yang memiliki kemampuan fisika dan matematika yang baik, namun tidak mampu mengelolanya maka tidak akan menjadi tokoh sekaliber Albert Einstein, Thomas Alfa Edison, Newton, dll. Masih banyak contoh lainnya, namun kunci mengelola potensi diri adalah mulai dari kedisiplinan, keteraturan dan adanya arah dalam hidupnya. Inilah yang ditunjukan oleh tokoh-tokoh tersebut.

Selaras dengan hal diatas kesuksesan juga didukung oleh kemampuan mengelola waktu dengan baik. Jarang sekali kita temukan tokoh-tokoh terkemuka yang menghabiskan waktunya dengan bersantai-santai. Umumnya mereka ketat dengan waktu, bangun lebih awal, memiliki waktu istirahat yang cukup kemudian bangun untuk memulai suatu hal-hal yang produktif. Kunci dalam mengelola waktu ini adalah keterampilan dalam menentukan mana yang penting dan mana yang segera. Orang-orang sukses jarang bertele-tele dengan hal-hal yang tidak penting dan tidak terpasung pada hal-hal yang tidak memberikan kontribusi bagi produktivitas dan kemajuan.

Berikutnya adalah kemampuan mengelola jaringan. Mereka yang sukses paham betul bagaimana mengelola jaringan untuk mendukung potensi diri mereka yang ujung-ujungnya dapat melipatkangandakan hasil yang dicapai. Orang sukses selain terampil dalam membangun hubungan juga memiliki berbagai komunitas untuk mendukung eksistensi dan pengembangan dirinya. Kemampuan membangun jaringan ini harus didukung oleh kecerdasan emosional dan sosial yang baik.

Daniel Goleman melalui bukunya yang berjudul Emotional Intelligence, Why It can Matter More Than IQ yang terbit pada tahun 1995 (Martin, 2008) mengkaji tentang kecerdasan emosional termasuk kaitannya dengan membangun hubungan sosial. Goleman (2009) mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, bertahan dalam menghadapi tekanan, mengendalikan keinginan, mengatur suasana hati, menjaga beban stres agar tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, serta kemampuan dalam berempati. Tentang kemampuan membina hubungan terkait dengan  keterampilan dalam mengelola emosi dengan orang lain. Goleman (2009) juga menyebutkan bahwa individu yang terampil dalam membina hubungan, dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara baik, peka dalam membaca reaksi dan perasaan orang lain, mampu memimpin dan mengorganisasikan, serta terampil dalam menangani perselisihan yang muncul dalam kehidupan. Ini merupakan modal untuk membangun jaringan atau komunitas sosial secara baik.

Demikianlah beberapa benang merah yang dapat kita pelajari dari mereka-mereka yang disebut sebagai pribadi sukses. Menutup tulisan ini layak kita renungkan apa yang pernah disampaikan oleh Albert Einstein : “Try not to become a man of success. Rather become a man of value.” Sukses yang sesungguhnya bukanlah sukses itu sendiri tapi bagaimana kita bisa menjadi orang yang bernilai. Jadilah seseorang yang bernilai, nilai yang utama tentunya adalah memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi orang lain dan lingkungan.

1 komentar:

Unknown mengatakan...

Salam. Tq Ampon Zil. Sukses ya