Selasa, 08 September 2009

FOCUS VERSUS MULTI-TASKING


Pernahkah anda memperhatikan bagaimana seorang penjual martabak mengerjakan tugasnya? Mereka bisa bekerja sekaligus membuat beberapa martabak yang berbeda, baik martabak manis maupun asin/telur. Mereka bisa fokus dalam bekerja sekaligus multi-tasking.

Sebuah buku lama dari Al-Ries membahas tentang pentingya fokus. Dalam mengerjakan sesuatu atau menekuni sesuatu haruslah kita fokus jika ingin berhasil. Jika anda berbisnis anda harus fokus, jika anda berkarir harus fokus, jika mengerjakan sesuatu haruslah fokus. Fokus akan membuat seluruh sumber enerji dan potensi kita dikerahkan pada satu titik atau tujuan tertentu. Sehingga semua potensi ini akan bersinerji dan menghasilkan daya yang luar biasa dan inilah modal keberhasilan anda.

Fokus bisa berarti "the object upon which one's attention or thinking is centered." Atau fokus juga dapat berarti "to centre one's attention or particular thing." Lebih spesifik ada yang disebut dengan focus of attention, yang berarti "the object, even, idea, problem, thought, etc, upon whic one is concentrating." Kata kunci disini adalah perhatian, konsentrasi pada suatu titik tertentu.

Namun diera sekarang dengan berbagai tuntutan tugas, diperlukan juga suatu kemampuan yang disebut dengan "multi-tasking." Yaitu, suatu kemampuan untuk mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, terutama bisa dilakukan secara bersamaan atau bisa juga dalam keadaan yang tidak bersamaan namun dalam rentang waktu yang berhimpitan, misalnya mengerjakan suatu pekerjaan belum selesai kemudian mengerjakan pekerjaan lainnya dan kembali lagi mengerjakan pekerjaan semula.

Dalam pemahaman ini seolah-olah fokus berlawanan dengan multi-tasking. Namun, sesungguhnya dalam multi-tasking diperlukan pula kemampuan untuk fokus, hanya fleksibilitas fokusnya bisa begitu ekstrim. Dalam multi-tasking kita fokus terhadap sesuatu hal namun segera pindah fokus terhadap hal lain namun segera dapat kembali ke fokus yang sebelumnya.

Kemampuan fokus dan multi-tasking yang luar biasa adalah seperti yang dicontohkan para ibu-ibu rumah tangga. Seorang ibu bisa sambil memasak, kemudian segera mengurus anaknya dan harus siap pula memenuhi permintaan suaminya, kemudian setelah itu segera memeriksa kembali masakannya dan seterusnya berganti-ganti mengerjakan berbagai pekerjaan dalam rumah tangga secera bersamaan, berhimpitan namun tetap bisa fokus.

Contoh lain adalah para penjual martabak yang dibahas diawal tulisan ini. Dalam suatu kesempatan yang sama mereka bisa membuat martabak manis dan martabak asin/telur sekaligus. Dengan cekatan mereka berganti-ganti fokus saat mengerjakan pembuatan martabak asin/telur dan kemudian segera fokus mengerjakan martabak manis. Kedua martabak tersebut bisa selesai dalam waktu bersamaan. Mereka terampil dalam multi-tasking sekaligus fokus. Buktinya kedua martabaknya enak.

Tuntutan pekerjaan masa kini mempersyaratkan para pekerja dan profesional bertalenta multi-competencies untuk mengerjakan berbagai tugas dan pekerjaan. Namun, dalam mengerjakan berbagai pekerjaan tersebut tetap harus fokus. Seberapa banyak pun pekerjaan anda, fokus tetap dibutuhkan. Hal yang diperlukan sesungguhnya adalah kemampuan untuk berpindah-pindah fokus.

Tidak ada komentar: