Minggu, 06 September 2009

APAKAH BURUNG ABABIL SEJENIS PESAWAT TEMPUR?

Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong


yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar

sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat) .....


Itulah bunyi Surah Al-Fil Surah yang ke-105 yang tergolong Surah Makkiyah. Sebagaimana yang diketahui bahwa Pasukan Abrahah yang hendak menghancurkan Ka'bah diserang oleh serombongan burung yang melempari mereka dengan batu-batu sehingga membuat Abrahah dengan pasukan gajahnya binasa.

Apakah burung Ababil itu? Apakah ia burung yang nyata? Atau hanya sebuah kiasan untuk menunjukkan adanya penyakit yang menyerbu Pasukan Gajah Abrahah?

Pendapat yang menarik dikemukakan oleh Ir. H. Bambang Pranggono, MBA, IAI, seorang Dosen ITB yang merujuk pada tafsir Majmau'ul karya Ibnul Hasan At-Tabrisi yang menyebutkan bahwa burung Ababil itu datang berbondong-bondong dari laut, warnanya ada yang hitam, putih dan hijau.

Dijelaskan bahwa setiap burung membawa tiga batu, satu digigit dengan paruhnya, dua digenggam dengan masing-masing kakinya. Mereka melempari pasukan gajah yang mau meruntuhkan Ka'bah. Yang terkena batu akan tertembus sampai kebelakangnya yang membuat tubuh gajah dan pasukan tersebut berlubang seperti daun yang dimakan ulat. Lubang itu bukankah mirip dengan luka-luka akibat tembakan peluru yang menembus dan membuat tubuh berlubang?

Hal yang menarik adalah penjelasan tentang cara burung membawa batu mengingatkan pada bentuk pesawat tempur yang aerodinamis mirip dengan pesawat F-15 atau Sukhoi SU-20. Pesawat itu membawa beberapa peluru kendali dibawah sayap dan moncong senapang mesin dibawah cockpit. Mungkin orang Arab tahun 570 M melihat pesawat tempur itu dengan mengatakannya burung karena keterbatasan pengetahuan mereka saat itu. Mungkin saja itu makhluk luar angkasa yang membawa pesawat tempur untuk menghacurkan pasukan gajah Abrahah.

Kemungkinan lain adalah berkaitan dengan teori lompatan waktu. Dimana suatu Skuadron Tempur dari negara Islam Abad 21 melakukan patroli diatas Laut Merah kemudian terjebak pada arus putaran waktu dan kemudian terbang diatas Ka'bah dan melihat ada pasukan gajah yang ingin menghancurkan Ka'bah kemudian mencegahnya dengan menjatuhkan peluru ke pasukan gajah tersebut. Apakah mereka bisa kembali lagi ke abad sekarang?, kemungkinannya tidak. Mereka terjebak pada masa lalu, kehabisan bahan bakar dan hilang dalam pusaran sejarah.

Kita berharap apabila suatu saat telah ditemukan teknologi mesin pemutar waktu hal ini akan terjawab termasuk dengan misteri para pemuda di gua seperti yang tertera dalam Surah Al-Kahfi dan misteri Atlantik semoga bisa terkuak. Wallaahu a'lam ..................

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Pada abad ini, banyak teori yang bermunculan mengenai tuhan, agama, dan manusia. Sebut saja teori-teori dengan tema seperti “Tidak ada Tuhan”, “Tuhan adalah delusi atas pencapaian diri”, “Dirimu adalah Tuhan”, “Melalui kesadaranmu, kaulah Sang Pencipta”, “Kau berasal dari monyet”, “Lakukan apapun yang kau kehendaki”, “Mahluk luar angkasa berada di balik keajaiban kitab sucimu”, “Secara genetis kau di ciptakan oleh mahluk luar angkasa”, atau “Kelompok Elit dan pemuja setan menciptakan agama sebagai alat untuk mengendalikanmu”.
Tema-tema seperti diatas bertujuan untuk menjebak penduduk dunia kedalam agenda duniawi dengan cara membutakan dan menyelewengkan manusia dari kebenaran. Dengan meniadakan Tuhan dari kenyataan keseharian, maka manusia akan memusatkan perhatian kepada kesenangan dan tujuan-tujuan di dunia yang merupakan daya tarik dari agenda duniawi ini. Manusia akan lebih tertarik untuk memusatkan perhatian kepada imbalan yang diperoleh dari kesenangan-kesenangan duniawi, daripada pahala di kehidupan yang akan datang. Dengan demikian, di tangan kelompok Elit dan pemuja setan