Senin, 12 Januari 2009

DEJA VU

Apakah anda pernah mengalami suatu peristiwa yang lazim disebut dengan Deja Vu, yaitu suatu ilusi pengalaman yang merupakan tipe dari paramnesia dimana seseorang mengalami suatu pengalaman yang baru seolah-olah semuanya sudah pernah terjadi sebelumnya.

Hal ini bisa terjadi pada saat anda mengunjungi suatu tempat untuk pertama kali tapi anda merasa pernah mengunjungi sebelumnya atau anda mengalami suatu peristiwa tertentu dan kemudian anda merasa seolah-olah pernah mengalami sebelumnya.

Saya memperkirakan deja vu ini sangat mungkin berkaitan dengan misteri takdir atau "time tunnel" atau suatu proses dalam unconcious memory kita. Mungkin juga ini suatu "jembatan" dari alam nyata ke alam "bukan nyata" atau gaib.

Pada saat masih kuliah di Fakultas Psikologi, saya sempat berdikusi dengan seorang psikolog senior, beliau mengatakan bahwa deja vu bisa juga merupakan suatu proses asosiatif, dimana memory kita menampung begitu banyak rekaman peristiwa dan pada saat berhadapan dengan suatu peristiwa baru beberapa rekaman yang mirip mengasosiasikannnya pada tahap pra-sadar dan kemudian pada tingkat kesadaran kita merasa seolah-olah pernah mengalami peristiwa yang sama sebelumnya.

Namun, menurut Harun Yahya seorang ilmuwan Turki yang menguak kebenaran Al-Quran, peristiwa ini sebetulnya sebagai suatu pembenaran terhadap takdir, bahwa segala sesuatu yang akan terjadi merupakan sesuatu yang sudah ditakdirkan dan itu ada dalam rekaman otak kita. Sehingga pada saat kita menghadapi suatu peristiwa tertentu sebetulnya alam bawah sadar kita sudah mengenalnya dan pada tingkat kesadaran penuh kita merasa bahwa kita pernah mengalami sebelumnya terhadap peristiwa yang baru kita hadapi tersebut.

Minggu, 11 Januari 2009

DR. SAID AZIZ, MSC CALON DPD NAD NO.25

Dr. Said Aziz, MSc adalah calon anggota DPD NAD nomor 25. Saat ini bekerja di bidang geologi dan memiliki sejumlah aktivitas didalam organisasi kemasyarakatan seperti Ketua Umum KAMABA (Keluarga Masyarakat Aceh Bandung) dan Ketua FOMAJA (Forum Masyarakat Aceh se-Jawa). Semasa mengambil program S3 di Belgia beliau sempat menjadi Ketua Mahasiswa Internasional di Eropa. Berbagai pengalaman, kiprah dan kompetensi beliau menunjukkan Dr. Said Aziz, MSc sebagai orang yang sangat tepat untuk menduduki salah satu posisi anggota DPD dari NAD.

Beliau memiliki kepedulian yang tinggi terhadap masalah pembangunan di Aceh terutama berkaitan dengan sektor MIGAS. Beliau ingin Aceh memperoleh hak pengelolaan migas secara maksimal. Sangat diharapkan seluruh masyarakat Aceh untuk memilih beliau sebagai Anggota DPD NAD sehingga perjuangan Aceh untuk memperoleh hak pengelolaan migas secara maksimal dapat tercapai.

100 TOKOH ACEH TERKEMUKA


Hari ini Minggu 11 Januari 2009 pada pukul 15.00 di Jl. Cicendo Bandung dijadwalkan pertemuan Majelis Adat Aceh (MAA) Perwakilan Bandung Jawa Barat. Aku sendiri dalam kepengurusan MAA Jabar ditunjuk sebagai Sekretaris Komisi C Bidang Pelestarian Pusaka, Khasanah Adat dan Pemberdayaan Putroe Phang. Aku berencana untuk mengusulkan pembuatan buku tentang "100 TOKOH ACEH TERKEMUKA."

Gagasan pembuatan buku ini dilatarbelakangi oleh perlunya kita menghargai para tokoh Aceh yang telah berjasa berjuang maupun membangun Aceh. Juga sebagai upaya untuk melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dan kecerdasan mereka, selain itu juga sebagai sumber inspirasi bagi pembangunan Aceh saat ini dan masa yang akan datang.

Beberapa format yang aku rencanakan adalah penulisan ini berdasarkan periodeisasi masa pra Islam, masa Islam atau berdasarkan pembagian tokoh sesuai dengan bidang seperti Agama, Adat Istiadat, kesusatraan, Pendidikan, Tokoh Wanita, dsb-nya atau dengan pendekatan waktu seperti periode sampai dengan abad 16, periode tahun 1600-1800, periode 1800-1945 dan periode pasca 1945 sampai dengan sekarang. Atau pembaca mempunyai usulan lain silakan disampaikan. Mudah-mudahan usulan ini dapat diterima oleh Pengurus MAA lainnya.

Agenda lain rapat MAA kali ini adalah membahas upaya pelacakan para Pahlawan Aceh yang ada di Tanah Jawa selain yang sudah dikenal selama ini. Diantaranya adalah pelacakan Makam Pahlawan Wanita Aceh Pocut Meurah Inseun di Blora. Mengenai Pahlawan Wanita Aceh yang diasingkan ke Blora ini pernah disebut didalam salah satu tetralogi Pramudya Ananta Toer. Tentu kewajiban kita untuk melacaknya, diantaranya direncanakan para Pengurus MAA akan mengunjungi Blora untuk melihat makam salah satu Pahlawan Aceh tersebut. Setelah itu direncanakan pula menelusuri berbagai Pahlawan Aceh yang konon banyak pula tersebar diberbagai kota di Pulau Jawa yang dulu memang ke Pulau Jawa karena berbagai alasan seperti untuk kepentingan dakwah maupun perjuangan atau memang karena diasingkan oleh penjajah Belanda.

GAMPONG ACEH at DAGO BANDUNG

Tadi malam tepatnya Sabtu malam tanggal 10 Januari 2009 aku mendapat undangan syukuran sekaligus peresmian Resto GAMPONG ACEH di Dago Bandung, tepatnya disamping Hotel Holiday Inn dan satu kompleks dengan markas Pemuda Pancasila. Luar biasa memang Bung Edy Azhary sang pemilik GAMPONG ACEH (GA). Sebelumnya GA terletak sedikit kearah simpang Dago dekat Edward Forrer, namun kemudian sempat tidak beroperasi dan pindah ke daerah Sarijadi dan Setiabudi.
Nah, saat ini Bung Edy mendapat tempat yang sangat strategis di kawasan Dago tempat kongkownya anak muda Bandung. Lokasi GA saat ini cukup mantap dengan design yg lebih baik dan space yang lebih besar. Pada saat peresmian tamu undangan cukup banyak, diantara yang hadir adalah Wakil Bupati Aceh Timur mewakili Gubernur NAD, Wakil dari Gubernur Jawa Barat, Para tokoh Pejabat & Pemuda Bandung dan tentu para tokoh Aceh seperti DR. Said Aziz, DR. Kamal Arif, Prof.Dr. Rusli Ghalib, Marzuki Abdullah (Eks Dirut Bio farma), Mahyuddin (tokoh informal perdamaian Aceh), Syahmira (Caleg DPR) dan masih banyak yang lainnya lagi.

Acara dimulai dengan sambutan Ketua KAMABA (Keluarga Masyarakat Aceh Bandung) DR. Said Aziz, MSc, kemudian Wakil Bupati Aceh Timur yang mewakili Gubernur NAD dan kemudian doa. Selanjutnya hadirin dipersilahkan mencicipi hidangan khas Aceh sepert Gulee Kameng, Gulai Kepala Ikan Kakap, Sie Itek, dsb-nya. Sambil santap malam hadirin dihibur dengan kesenian Aceh tari Saman, Likok Pulo yang dimainkan oleh Mahasiswa ITB asal Aceh (UKA ITB), kemudian lagu-lagu Aceh yang antara lain dikumandangkan oleh peserta Indonesian Idol dari Aceh yaitu Cut Cinta.

Malam minggu yang cukup ramai di Dago semakin dimeriahkan dengan kehadiran GAMPONG ACEH. Selamat Bung Edy ...... anda memang seorang entrepreneur yang tangguh .... anda layak mendapat julukan Saudagar Aceh ulung khususnya di bidang kuliner. Jadi kalau ingin mencicipi kuliner Aceh saat ini di Bandung sudah mulai banyak dan diantaranya yang terkemuka adalah yang dikelola oleh Bung Edy ............. ya apalagi kalau bukan GAMPONG ACEH.

Jumat, 09 Januari 2009

TOUR DE JAWA



Menutup akhir tahun 2008 aku sekeluarga melakukan perjalanan dari Bandung ke Surabaya, lamongan, Gresik, Malang, Blitar, Solo dan Yogya mulai tanggal 30 Desember 2008 sampai dengan 6 Januari 2009. Perjalanan diawali dengan menggunakan Kereta Api dari Bandung ke Surabaya menggunakan kereta Argo Wilis berangkat Selasa Pagi jam 07.00 tanggal 30 desember 2008. Kemudian dilanjutkan dengan mobil dari Surabaya-Gresik-Lamongan-Malang-Blitar dan diakhiri dengan Kereta Api dari Yogya-Bandung pada tanggal 5 Januari 2009 jam 21.30 berangkat dari Yogya menuju Bandung dengan menggunakan Kereta Lodaya. Tempat yang dikunjungi mulai dari makam para Wali Songo yaitu Sunan Ampel, Sunan Dradjat dan Sunan Giri, Juga mengunjungi makam Bung Karno di Blitar. Selain itu juga mengunjungi tempat-tempat wisata, museum, Kraton dan tentu juga wisata kuliner dilengkapi dengan wisata belanja. Perjalanan ini diwarnai juga dengan kelangkaan premium diantara route Blitar ke Solo, untung sebelumnya sudah mengisi bensin penuh saat di Malang. Meskipun saat menjelang Wonigiri bensin tinggal setengah aku mulai kuatir juga. Di beberapa tempat pengisian bahan bakar/ Pom bensin persediaan premium habis, aku mulai ngedumel kepada Pertamina.

Untuk menghemat bahan bakar kami mulai mematikan AC, untuk udara sekitar masih cukup segar sehingga bisa membuka kaca jendela. Aku mulai memikir langkah tanggap darurat Kepada driver kuusulkan untuk bersiap-siap menggunakan bensin yang dijual secara eceran bahkan kadang dengan menjualan secara botolan, tetapi ini pun susah didapat. Alternatif lain berencana akan standby di pom bensin terdekat sampai dengan stock premium tersedia. Pilihan ini lebih baik daripada harus terkatung-katung ditengah perjalanan sepi atau ditengah hutan. Akhirnya bensin kami temukan disebuah Pom Bensin sebelum memasuki Wonogiri. Aku langsung meminta Pak Imron Sang Driver untuk mengisi penuh agar aman sampai dengan Yogya.

Kamis, 18 Desember 2008

NATURE


It almost impossible systematically to constitute a natural moral law. Nature has no principles. She furnishes us with no reason to believe that human life to be respected. Nature, in her difference, makes no difference between right and wrong.

(Anatole France, French author 1844-1924)

Rabu, 10 Desember 2008

TALENT PARADOX

Pernahkah anda mendengar tentang betapa istimewanya kedudukan seorang talent dalam organisasi? Bahkan sebagian besar dari kita pun pernah mendengar tentang “War of Talent” yang terjadi di dalam lingkungan bisnis, dimana orang-orang terbaik dan berbakat tersebut diperebutkan oleh berbagai korporasi. Mengapa kedudukan talent begitu istimewa? Bagaimana mendapatkannya? Bagaimana mempertahankannya? Dan masih banyak pertanyaan lainnya yang mungkin bisa diajukan berkaitan dengan talent. Pertanyaan-pertanyaan ini dan sejumlah fakta membawa kita kepada isu ’Talent Paradox.”

Begitu banyak dan bervariasinya definisi tentang talent. Sebuah definisi lain berbunyi sebagai berikut :
Talented people are creative, self-confident, self-starters, edgy, resilient, entrepreneurial, intellectually flexible, opportunistic, unique and different ..
but in reality the list is endless……..
(Key Thorne & Andy Pellant)

Secara sederhana dapat disimpulkan bahwa talent adalah orang-orang luar biasa yang memilik talenta khusus, orang-orang terbaik dan memiliki prestasi di atas rata-rata yang mampu berperan secara signifikan di lingkungannya. Jelas definisi ini pun masih belum cukup untuk menggambarkan tentang talent tersebut , namun sebagai acuan dapatlah kita jadikan pedoman untuk membahas permasalahan talent ini lebih lanjut.

Persoalannya apakah seorang yang sudah dilabel sebagai talent akan menjadi talent seterusnya? Apakah seorang yang sudah menjadi talent di suatu lingkungan tertentu akan menjadi talent pula di lingkungan lainnya? Apakah talent itu bisa berubah? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang memandu kita dalam suatu isu yaitu tentang “ Talent Paradox.”

Kondisi-kondisi tersebut akan menggiring kepada pemahaman yang keliru terhadap talent. Talent sering dipersepsikan sebagai superman dan serba bisa. Sehingga kemudian diperlakukan dengan istimewa dan memiliki privelege tertentu (dan ini bisanya disertai tuntutan yang tinggi terhadap mereka), namun pada akhirnya menghasilkan kekecewaan. Kondisi paradoks ini apabila tidak dicermati akan memberikan kerugian yang tidak sedikit bagi organisasi maupun pada diri talent yang bersangkutan.

Untuk mengatasi paradoks tentang talent menurut hemat penulis kuncinya adalah pada komitmen manajemen dan Talent Management. Komitmen manajemen adalah suatu sikap yang sungguh-sungguh dari manajemen untuk memposisikan talent secara tepat melalui suatu pendekatan talent management yang komprehensif.

KEPRIBADIAN CALON PRESIDEN

Menyongsong Pemilihan Presiden tahun 2009, saat ini marak bermunculan sejumlah tokoh yang menyatakan dirinya siap untuk maju dalam Pemilihan Presiden tersebut. Mulai dari SBY, Sultan HB X, Megawati, Wiranto, Prabowo, Sutiyoso dan teranyar kemarin tanggal 9 Desember 2009 Meutia Hatta mendeklarasikan diri sebagai Calon Presiden.

Tentu mereka semua sebagai warga negara memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Menurut perkiraan sejumlah calon baru akan bermunculan untuk mencoba peruntungan di tahun 2009. Ini akan menjadi ajang pesta demokrasi yang sangat menarik sekaligus mendebarkan mengingat hal ini sekaligus pertaruhan bagi kelangsungan kehidupan berdemokrasi.

Tahta-Harta-Wanita (baca seksual, jadi sebenarnya termasuk Pria juga) memang memiliki daya magnit bagi yang namanya makhluk manusia untuk dikejar dan dimiliki. Namun, sesungguhnya ketiga magnit itu pun merupakan suatu amanah yang mesti dipertanggung-jawabkan baik di dunia maupun di akhirat.

Berkaitan dengan hal tersebut, dalam memilih Presiden tahun 2009 sangatlah penting melakukan penilaian terhadap Kepribadian Calon Presiden. Presiden sebagai pemimpin eksekutif tertinggi akan sangat menentukan warna pembangunan negara untuk lima tahun kedepan. Memilih Presiden harus dilakukan secara bertanggungjawab dan penilaian yang paling penting adalah menyangkut Kepribadian Calon Presiden tersebut. Memang hal ini sebaiknya dilakukan oleh para ahli yang memiliki kompetensi dan kapasitas untuk melakukannya yaitu Psikolog/Ahli Psikologi yang memang secara kemampuan dan legalitas menguasai tentang analisa kepribadian.

Secara ringkas menganalisa kepribadian khususnya dalam konteks menilai Kepribadian Calon Presiden dapat diteropong melalui 5 komponen dasar yaitu SEKSI (Spritual-Emosional-Kerja (Sikap Kerja)-Sosial-Intelektual.

Spiritual dalam bahasa Latin memiliki akar kata spirit, yang berarti sesuatu yang memberikan kehidupan atau vitalitas pada sebuah sistem. Spiritualitas menurut Danah Zohar & Ian Marshall penulis best-seller SQ, adalah suatu peningkatan kualitas kehidupan di dunia, yaitu suatu kebutuhan kita untuk menempatkan upaya kita dalam suatu kerangka makna dan tujuan yang lebih luas, menciptakan perubahan dunia kearah yang lebih baik.

Emosi adalah suatu suatu keadaan yang kompleks dari organisme yang ditandai adanya unsur perasaan yang kuat yang mempengaruhi kondisi fisiologis maupun psikologis yang mempengaruhi munculnya bentuk prilaku tertentu. Kerja atau Sikap Kerja adalah kecenderungan perilaku seseorang dalam dunia kerja ditandai oleh motivasi, kemampuan perencanaan, pengelolaan energi, daya juang, kemampuan mengatasi hambatan, orientasi berprestasi dan kecermatan baik dalam menentukan tindakan maupun mengelola sumber daya yang dimiliki.

Sosial atau utamanya hubungan sosial adalah menyangkut tentang kemampuan seseorang berinteraksi dengan individu lain, kemampuan membina pergaulan, penempatan diri dalam lingkungan sosial, mampu memahami dan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, mampu memainkan peran yang signifikan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya dalam lingkungan sosial dan mampu mempromosikan kehidupan sosial yang sehat.

Intelektual menyangkut aspek kognisi dan kecerdasan. Meliputi pula wawasan seseorang, kemampuan problem-solving, strategic-thinking, berpikir sistematis, kemampuan menangkap-memahami-mencerna masalah, mengurai permasalahan dan mengambil kesimpulan secara akurat (analisa-sintesa), berpikir induktif dan deduktif, mampu mengintegrasikan. Dalam posisi setinggi Presiden tentu harus mampu berpikir makro-holistik sekaligus berpikir maju kedepan (future-orientation).

Dalam menganalisa Kepribadian Calon Presiden setidaknya kelima aspek SEKSI ini harus menjadi perhatian agar kita dapat menemukan seorang Presiden yang memiliki kualitas kepribadian yang prima sehingga mampu membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.

Selasa, 09 Desember 2008

CIVILIZATION

Civilization ..... is a matter of imponderables, of delight in the things of the mind, of love of beauty, of honor, grace, courtesy, delicate feeling. Where imponderables are things of first importance, there is the height of civilization, and, if at the same time, the power of art exists unimpaired, human life has reached a level seldom attained and very seldom surpassed.

(Edith Hamilton, German-born American classicist, 1867-1963)

Selasa, 04 November 2008

APAKAH SILA KE-4 PANCASILA MASIH DIJADIKAN PEDOMAN?

Sila ke-4 Pancasila berbunyi ”kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” Pertanyaanya apakah sila ke-4 ini masih dijadikan acuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

Jelas dalam pemilihan Presiden dan Kepala Daerah telah dilakukan secara langsung. Ini dikatakan sebagai pengejewantahan dari konsep demokrasi yang sesungguhnya. Kita pun sebagai rakyat merasa bangga karena secara personal ikut menentukan siapa yang menjadi pemimpin kita. Jelas konsep keterwakilan dalam proses pemilihan ini tidak digunakan. Namun, kita pun harus berlapang dada bahwa dengan konsep ini mereka yang buta huruf sampai dengan yang berpendidikan S3 memiliki hak sama, preman dan ustad memiliki hak yang sama, siapapun dia selama tidak kehilangan hak pilihnya memiliki hak yang sama. Ini lah konsekuensi demokrasi.

Konsep perwakilan masih kita rasakan dalam konteks memilih anggota DPR/DPRD maupun memilih DPD. Persoalan lain apakah para wakil-wakil tersebut mewakili kepentingan pemilih atau konstituennya atau memilih partai atau kelompoknya. Kalau tidak maka ini adalah penjabaran konsep perwakilan yang semu, perwakilan yang ”ecek-ecek.”

Bagaimana dengan konsep musyawarah? Dalam berbagai kesempatan baik di parlemen maun pada kegiatan lain voting mulai marak digunakan. Apakah hal ini mencedarai kearifan musyawarah? Memang selama ini pun kita akui kadang-kadang musyawarah itu sering dimanipulasi baik dengan mengatasnamakan kepentingan bersama, kepentingan bangsa dan negara sampai yang menuduh subversif bagi mereka yang tidak mau mengakui hasil musyawarah. Jadi bagaimana konteks musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara?

Selanjutnya tentang ”kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan” bagaimanakah implementasinya? Apakah proses kehidupan berbangsa dan bernegara sudah mengedepankan konsep kerakyatan? Apakah hikmah kebijaksanaan telah dijadikan pedoman dalam mengelola negara? Mudah-mudahan pemimpin yang terpilih nantinya untuk mengelola bangsa dan negara ini mampu menghayati secara sungguh-sungguh sila ke-4 dari Pancasila dan dijadikan pedoman dalam merumuskan berbagai kebijakan maupun program.