Minggu, 18 Mei 2008

RENUNGAN PAGI



















Pagi ini minggu 18 Mei 2008. Aku bangun dengan badan pegal-pegal, linu, kepala sedikit berat. Semingguan ini aktivitas aku memang luar biasa. Bolak-balik Bandung-Jakarta. Puncaknya pada hari Jumat ketemu Menneg BUMN Bpk. Sofyan A. Djalil. Beliau orang yang ramah, berbicara pelan dan teratur. Kita ketemu dikantornya Merdeka Selatan mulai jam 09.15 s/d 10.15.Pembicaraan dengan Pak Sofyan dengan topik berbagai macam mulai dari masalah pengembangan SDM, pembangunan dan perdamaian Aceh, pengembangan BUMN, CSR, gagasan Sekolah Semai Benih Bangsa (SBB) yang dikelola istrinya dsbnya, dsbnya.Ada suatu yang menarik beliau mengatakan Eksekutif BUMN kita harus seperti orang China. Maksudnya apa Pak? (aku menelusuri) ..... Yah mereka harus tangguh, ulet, efisien dan efektif. Dan yang terpenting lagi mereka mampu membangun jaringan yang solid. Jaringan yang solid? apakah ini dalam bahasa Islam silaturahmi? hhmmm ...... aku kira benar kita harus membangun jaringan yang luas ... silaturrahim.Kembali ke Bandung hari sabtu aku harus ke Radio KLite. Tugasku sebagai Komisaris Utama Radio KLite (merangkap juga sbg Komisaris Utama Radio Zora) tersebut mewajibkan diriku untuk mengawasinya. Tambah satu lagi aku harus mampu memotivasi mereka. Aku berikan semacam teambuilding, jadi aku harus presentasi lebih kurang 3 jam, dari jam 9 s/d 12 di Radio Klite didepan para manajer, karyawan, anggota konisaris yang lain dan Direktur. Hasilnya mereka membuat komitmen dan minggu depan harus aku cek.Pulang dari Radio Klite aku menjenguk anakku di Asrama Darul Hikam, dia minta dibawakan kamus elektrnik AlfaLink yang tertinggal dirumah. Dia sudah 2minggu di asrama mestinya bisa pulang kerumah tapi katanya sedang ujian harus belajar dengan teman-teman, yah aku harus merelakan dia tetap diasrama minggu ini.Berikutnya aku harus mencari stabilizer. di BEC, Banceuy, seorang teman menyarankan cari aja di Plaza Ahmad Yani. Woops badanku terasa letih, apalagi Bandung di hari sabtu macetnya minta ampun.Aku punya kewajiban lagi malamnya harus menghadiri undangan KM-PAN (Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara) sebagai Sekjen KAMABA rasanya aku harus hadir, tapi badanku letih sekali. Aku sampai dirumah sekitar jam 16.15. Shalat ashar kemudian langsung buka laptop. Aku buka Portal Telkom langsung Cek diposisiku Senior Manager HR Career Development. Wow nota dinas menumpuk, surat-surat yang harus diapprove menumpuk, belum lagi buka email, mulai dari email Telkom, Gmail, Yahoo, ratusan posting yang masuk. Aku juga punya proyek untuk menyelesaikan penulisan buku .... wow wow ya Allah berikanlah aku kekuatan, kesehatan dan kesempatan untuk menyelesaikan ini semua. Dalam keadaan letih aku mulai mengapprove surat satu per satu, beberapa surat harus dibaca dengan teliti agar tidak keliru dalam keputusan.Maghrib tiba, surat-surat belum selesai. Aku shalat maghrib melanjutkan kerja didepan komputer. Istriku mengingat agar segera makan malam. Aku minta diambilin aja nanti aku makan didepan komputer, ia menolak harus makan bersama di meja makan. Aku beranjak ke meja makan, makan malam bersama istri sambil ngobrol tentang anak dan berbagai hal.Aku teringat ada undangan KM-PAN, tapi tugas belum selesai dan badan sangat letih. Aku cek, ternyata Ketua Umum hadir, Bendahara juga hadir, Pengurus yang lain juga hadir. Aku berat hati minta ijin untuk tidak hadir.Nah pagi ini juga ada agenda aku dan istriku, padahal banyak tugas yang belum selesai. Jam 10 ada undangan pengajian di Jl. Tamblong, rasanya sebagai Pengurus KAMABA aku juga harus hadir.Aku bersyukur memperoleh kepercayaan dari berbagai pihak untuk terlibat dalam berbagai organisasi dan berbagai kegiatan. Tapi lama-lama aku merasakan juga waktu semakin terbatas. Aku beberapa kali sempat tidak menghadiri kegiatan masyarakat dikompleks, padahal aku rasa ini sangat perlu.Kegiatan olahraga semakin ditinggalkan. Bahayakan untuk kebugaran tubuh. Nih kaki sudah mulai pegal lagi, apakah harus di bekam? Padahal waktu untuk bekam sabtu dan minggu, tapi di dua hari ini juga banyak kewajiban yang harus dilakukan. Mana sempat?Tapi aku yakin seluruh kegiatan yang aku jalani ini memberikan pengayaan pribadi yang luar biasa .. dan tentu untuk itu semua diperlukan pengorbanan.Hidup hanya sekali jadikan itu berarti ...Hidup ada akhirnya ... jadikan itu akhir yang indah ...Hidup hanya sementara ... jadikan ia bermakna ...

1 komentar:

Ayah Kasih mengatakan...

Teuku,
Salah blog dak apo, lah. Asal dak salah kamar, ha ha ha.
Kagek kito jumpa kalu yeuku ke Banda Aceh atau aku yang ke Bandung. Tapi Teuku nampaknyo sibuk nian....