Rabu, 02 Juli 2008

PETA HATI SUAMI ISTRI

Dalam beberapa kesempatan aku pernah diminta masukan masalah relasi suami istri. Relasi suami istri memang suatu relasi yang cukup kompleks namun menjadi sumber utama pula dalam kebahagiaan hidup. Bahkan relasi suami istri dianggap suatu relasi yang cukup kuat, bahkan pasangan kita sering disebut dengan belahan jiwa. Jika hubungan orang tua dan anak merupakan suatu hubungan yang jelas-jelas dipertautkan dengan unsur genetis, maka kekuatan hubungan suami istri adalah dimensi batin yang menjadi basisnya. Dua orang yang berasal dari latar belakang yang berbeda bersatu untuk suatu tujuan tertentu. Hubungan ini menjadi suatu ikatan yang sakral, bahkan Allah sangat murka dan membenci apabila hubungan ini berakhir atau bercerai.

Namun, seperti disebut sebelumnya, relasi suami istri juga suatu relasi yang paling kompleks. keluarga yang merupakan unit sosial terkecil, fondasi keutuhannya sangat ditentukan oleh relasi suami istri. Hubungan yang kurang berkualitas, hubungan terganggu bahkan hubungan yang rusak akan sangat mencederai kehidupan keluarga dan pada gilirannya akan mempengaruhi kualitas tumbuh kembang seorang anak.

Dari hasil penelusuran literatur dan berbagai pengalaman dibidang praktik psikologi, penulis menemukan suatu pendekatan yang disebut dengan PETA HATI SUAMI ISTRI (PHSI). PHSI ini bertujuan untuk :

1. Meningkatkan kualitas relasi suami istri.
2. Memperbaiki gangguan hubungan suami istri.
3. Memperomosikan cara-cara relasi yang sehat.

Namun, pendekatan tersebut akan efektif apabila didukung oleh syarat sebagai berikut :

1. Adanya kesedian kedua belah pihak suami maupun istri untuk berpartisipasi secara aktif.
2. Adanya komitmen untuk melaksanakan saran-saran hasil konsultasi.
3. Adanya kesediaan untuk melakukan evaluasi bersama.

Deskripsi ringkas tentang PHSI sebagai berikut :

1. Relasi suami istri ibarat peta, ada pulau, selat, laut, kota dan sebagainya.
2. Suami dan istri masing-masing punya pulau sendiri dan pulau bersama.
3. Dalam berinteraksi ada pengaruh iklim, cuaca dan kondisi geogarafi dan demografi.
4. Suami istri dengan dibantu psikolog memetakan semua kondisi diatas.
5. Dirumuskan kondisi ideal yang diinginkan dan dimana posisi saat ini.
6. Berdasarkan gap yang ada (hasil analisa nomor 5) disusun langkah-langkah untuk mencapai peta hati yang ideal.
7. Plot dalam pilot project (program, owner, jadwal, target-target antara)
8. Definisikan faktor penghambat dan faktor pendukung.
9. Temukan langkah-langkah efektif untuk mengatasi hambatan danmempromosikan faktor positif pendukung.
10. Lakukan dengan konsisten dan penuh komitmen.

Tidak ada komentar: